Mengapa Saya kembali menulis di blog?

img_20161028_0201211

Sebenarnya saya masih ragu menamakan diri sebagai seorang blogger, karena update tulisan pun masih angot-angotan alias belum bisa konsisten. Dengan alasan punya krucil, manajemen waktu yang kurang baik, hingga harus meluangkan waktu di tengah malam karena nunggu krucil tidur (kalo ga ikut ketiduran hihihi..) dan nebeng laptop suami meski sering buat lembur kerjaan juga. Dari semua alasan tersebut menurut saya alasan utamanya adalah belum serius ingin terjun sebagai blogger, karena ternyata banyak juga ibu-ibu kok yang punya krucil tapi sangat produktif dan aktif nulis di blog. Ah memang saya ini blogger angot-angotan…

Sebenernya saya sudah suka nulis sejak smp, meskipun baru sebatas nulis diary dan cerpen yang semua isinya curcolan masa remaja. Sampai akhirnya semasa SMA berhenti menulis karena trauma Diary saya dibajak dan dibaca oleh hampir semua penghuni pesantren tempat saya mondok saat itu. Peristiwa itu benar-benar menjadi trauma tersendiri buat saya untuk nulis diary ataupun cerpen, padahal buat saya menulis adalah salah satu cara mengurangi beban masalah ataupun sebagai terapi jiwa.
Lanjut Membaca

MEMBANGKITKAN KEMBALI “SEMANGAT” MEMASAKKU

Memasak adalah salah satu pekerjaan rutin seorang ibu rumah tangga, bukan hanya sekali sehari, bahkan bisa 2-3 kali sehari. Mungkin untuk orang yang tidak passion memasak hal itu akan sangat membosankan, tapi ternyata hal itu juga terjadi padaku akhir-akhir ini. Terutama setelah lebaran Idul Fitri kemarin. Padahal aku termasuk orang yang suka memasak, karena orang tua memiliki warung makan dan waktu dijakarta setiap hari sebelum berangkat kerja membantu ibu memasak di warung.
Baca lebih lanjut