Semur Jengki, si kontraversi yang Banyak Manfaat

ultah Gandjelrel

ultah Gandjelrel

Kira-kira apa ya yang ada dibenak anda ketika mendengar kata “Jengkol”? mayoritas pasti akan menjawab atau berfikiran “Bau”. Ya memang jengkol identik dengan bau, baik bau khas dari hasil olahan jengkolnya maupun bau yang ditimbulkan setelah mengkonsumsinya. Jengkol yang punya nama beken jengki atau kancing lepis ini merupakan tumbuhan asli daerah tropis dikawasan asia tenggara dan sudah sejak lama menjadi makanan favorit masyarakat nusantara. Jengkol menjadi salah satu makanan favorit karena teksturnya yang empuk bila dimasak dengan benar dan rasanya yang sangat khas.
Lanjut Membaca

Tips Melilih Clodi Murah Dan Berkualitas

Buat para ibu yang memiliki bayi atau batita, popok adalah salah satu kompnen yang penting. apalagi buat para ibu di jaman modern ini, yang sudah tidak mau lagi direpotkan dengan lelahnya mengganti popok setiap kali bayi mengompol. Seperti yang saya alami sejak masih mengadung anak pertama, sudah searching dan tanya teman-teman kira-kira popok apa yang harganya hemat tapi tetap berkualitas. Sampai akhirnya saya mengikuti saran seorang teman untuk membeli popok sekali pakai (pospak) merk X dengan harga sekitar 90rb dengan isi 30 biji yang katanya bahannya lembut dan aman untuk bayi baru lahir.

Tiba saatnya Amira anak pertama saya lahir, dan setelah berusia 40 hari langsung dipakaikan pospak tersebut. Tidak disangka setelah sekitar sebulan amira mengalami ruam popok, selakangan dan pantatnya merah-merah dan gatal-gatal sehingga membuatnya rewel. Padahal saya sudah mengganti pospak sehari 5-6 kali sehari untuk mengantisipasi terjadinya ruam popok. Akhirnya selama masa penyembuhan saya berhenti memakaikan pospak pada amira, sampai suatu hari ada seorang teman yang menyarankan untuk mengganti pospak dengan popok kain modern atau biasa disebut dengan clodi.
Lanjut Membaca

Mengapa Saya kembali menulis di blog?

img_20161028_0201211

Sebenarnya saya masih ragu menamakan diri sebagai seorang blogger, karena update tulisan pun masih angot-angotan alias belum bisa konsisten. Dengan alasan punya krucil, manajemen waktu yang kurang baik, hingga harus meluangkan waktu di tengah malam karena nunggu krucil tidur (kalo ga ikut ketiduran hihihi..) dan nebeng laptop suami meski sering buat lembur kerjaan juga. Dari semua alasan tersebut menurut saya alasan utamanya adalah belum serius ingin terjun sebagai blogger, karena ternyata banyak juga ibu-ibu kok yang punya krucil tapi sangat produktif dan aktif nulis di blog. Ah memang saya ini blogger angot-angotan…

Sebenernya saya sudah suka nulis sejak smp, meskipun baru sebatas nulis diary dan cerpen yang semua isinya curcolan masa remaja. Sampai akhirnya semasa SMA berhenti menulis karena trauma Diary saya dibajak dan dibaca oleh hampir semua penghuni pesantren tempat saya mondok saat itu. Peristiwa itu benar-benar menjadi trauma tersendiri buat saya untuk nulis diary ataupun cerpen, padahal buat saya menulis adalah salah satu cara mengurangi beban masalah ataupun sebagai terapi jiwa.
Lanjut Membaca