3 bisnis yang bisa dimulai dari rumah

Hai, apa kabar? Kali ini saya ingin mengupas mengenai 3 bisnis yang bisa dimulai dari rumah, terutama oleh kaum wanita. Tumben banget yah? walaupun sampai dengan saat ini belum memiliki bisnis, tapi saya ingin berbagi impian bisnis yang ingin saya miliki yang di mulai dari rumah. Terima kasih sekali untuk mbak Wahyu dan Bunsal yang memilihkan tema untuk arisan Link bloger gandjel rel putaran ke 9 ini. Tema nya adalah “ Bisnis Rumahan Impian”, Jadi mengingatkan saya akan impian memiliki bisnis yang hingga saat ini belum terwujud.

Sebenarnya saat kuliah saya sempat berbisnis bersama lima orang teman kuliyah, salah satunya suami saya (tapi saat itu kami belum menikah). Kami berbisnis menjual pakaian batik pekalongan, mulai dari kemeja, daster, kain, kebaya dan seprai. Modal awal hasil patungan kami berlima, dan sepakat berjualan bergantian di bundaran Simpang Lima setiap minggu pagi. Di hari biasa, kami menawarkan ke teman-teman di kampus dan berkeliling kos di sekitar kampus.

Awalnya bisnis ini berjalan lancar dan sempat mendapat beberapa pesanan seragam batik yang nilainya lumayan untuk ukuran kami saat itu. Tapi seiring berjalannya waktu, teman-teman yang lain sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Tinggalah saya dan suami yang tiap minggu pagi menggelar lapak simpang lima dan dua minggu sekali ke Pekalongan kulakan batik dengan mengendarai sepeda motor.

Lama-kelamaan saya dan suami geram juga, karena seolah-olah yang lain sudah enggan menjalankan bisnis ini. akhirnya demi menjaga hubungan persahabatan kami membubarkan bisnis ini, walaupun sebenarnya hasilnya lumayan.
Setelah bisnis pakaian batik bubar, saya di rekomendasikan kampus untuk menjadi penyiar di Radio Dais (Dakwah Islam) milik Masjid agung Jawa Tengah hingga lulus kuliyah.

Kembali ke topik yah, berikut impian saya untuk memiliki 3 bisnis yang bisa dimulai dari rumah :

1. Butik.

foto Butik cantik Aisyah

Pengalaman adalah guru terbaik dalam kehidupan, saya sih setuju sekali dengan statement ini. belajar dari pengalaman menjalankan bisnis bersama sewaktu kuliyah dulu, saya ingin memiliki butik. Kenapa butik? Bukan toko baju saja. Ya saya pengennya sih punya butik yang bisa mendesain dan menjahit sendiri. Maksudnya bukan saya yang desai dan jahit yah, tapi karyawan soalnya memang saya ga bisa desain dan menjahit.

Pakaian itu kan modelnya cepet banget gonta ganti, jadi saya pengen punya butik yang memiliki model unik dan memiliki ciri khas tidak mengikuti trend. Seperti brand yang sudah ada saat ini seperti Tuneeca, Esme, LVA, PN Fashion yang memiliki desain unik dan ga pasaran. Tidak semua orang kan suka mengenakan pakaian yang sedang trend, karena sebentar sudah berganti model.

Untuk penjahit, saya ingin memberdayakan ibu-ibu disekitar tempat tinggal yang bisa menjahit. Selain membantu membuka peluang kerja, agar mereka bisa tetap dekat dengan keluarganya. Sedangkan pemasaran nantinya akan secara online dan offline.

2. Rumah Makan Tegal.

Saya terlahir dari keluarga Warteg. Orang tua saya usahanya Warteg, kakak adik usahanya warteg, paman, bibi, uwa dan 90% masyarakat di desa kelahiran memiliki Usaha Warteg. Bahkan Setiap pasangan yang baru menikah, maka salah satu kewajiban orang tuanya selanjutnya adalah mencarikan tempat usaha Warteg untuk anaknya tersebut. Sepertinya menjadi pengusaha warteg sudah mendarah daging dan tertanam kuat di dalam otak kami.

Selepas lulus kuliyah di Semarang, saya bekerja di perusahaan kontraktor dan kemudian pindah salah satu Bank BUMN di Jakarta. Disana saya ikut tinggal bersama orang tua di warung usaha warteg nya. Meskipun disana saya bekerja dikantor, lantas tidak membuat saya cuek dengan usaha warteg orang tua. Sedari sebelum subuh hingga menjelang jam berangkat kantor, saya membantu memasak di warung. Sepulang dari kantor membantu di warung, dan hari libur pun tetap membantu di warung. Jadi saya sudah sangat familiar dan tahu betul bagaimana suka duka seluk beluk udaha warteg.

Setelah menikah dan tinggal bersama suami di Semarang, orang tua sering meminta saya untuk membuka Warteg di Semarang. Alasan mereka sih karena saya sudah bisa masak masakan warteg dan hasilnya lumayan. Tapi saya selalu beralasan ga sanggup tenaganya, meskipun ada pembantu owner pasti tetep turun tangan. Belum lagi waktu yang terforsir habis hampir 24 jam di warung, tidak bebas mau pergi kapan saja dan takut tidak fokus pada keluarga. Intinya sih saya belum mantep lah, buka usaha sendiri tanpa di dampingi orang tua.

Tapi saat Ibu sudah tidak ada, kok saya justru kepikiran pengen buka usaha Rumah Makan Tegal. Apa bedanya dengan warung tegal (Warteg)? . Sebenernya ga jauh beda dengan warteg, yang ingin saya inovasi hanya konsep tempat, sistem dan ada management yang jelas. Jadi kedepannya saya hanya tinggal mengawasi kualitas masakan dan pelayanannya saja, tanpa harus mengorbankan banyak waktu dan tenaga di usaha tersebut. Karena prioritas utama saya saat ini adalah keluarga dan mendampingi tumbuh kembang anak-anak.

Alasan ingin membuka Rumah makan tegal ini Karena makan adalah kebutuhan pokok manusia, Minimal sehari dua kali kita makan. Jadi ga ada bosennya lah kita makan, asal banyak variasi makanan yang di jual nanti. Kedua, pada dasarnya saya memang suka memasak, dan ingin usaha yang di mulai dari yang paling bisa saya lakukan.

3. Toko kue.

Salah satu dari 3 bisnis yang bisa dimulai dari rumah impian saya adalah membuka toko kue baik online maupun offline. Ide ini muncul ketika disekitar tempat saya tinggal saat ini banyak para ibu rumah tangga yang pinter membuat kue dan menerima pesanan untuk arisan warga sekitar. Di RT tempat saya tinggal saja ada 3 orang, dengan ciri khas kue andalan masing-masing. Kemudian pada saat bulan ramadhan, masjid dilingkungan saya tinggal mengadakan bazar. Tiap RT membuka stand yang mayoritas kue dan masakan dan laris manis cepat habis. Kemudian berlanjut membuka lapak di tepi jalan raya, satu meja berisi bermacam-macam kue dan masakan dari beberapa warga. Ternyata cukup berhasil dan berlanjut hingga saat ini, setiap pagi hingga siang hari.

Dari sana saya jadi berfikir, ingin membuat toko kue yang isinya tidak hanya produk sendiri, tapi juga produk dari masyarakat sekitar. Jadi siapapun bisa menitipkan dagangannya di toko kue saya ini. niat nya sih membantu pemasaran dan meningkatkan nilai jual, sekaligus memberdayakan para ibu rumah tangga yang pintar membuat kue/masakan.

Itulah 3 bisnis yang bisa di mulai dari rumah impian saya. Disamping ingin membantu suami, saya juga ingin membantu masyarakat sekitar dengan membuka peluang usaha bersama. Mohon doa nya Semoga saja segera terwujud, Aamiin….

Iklan

Serunya traveling bersama anak-anak

berlibur ke owabong

siapa yang suka travelling ? saya termasuk orang yang suka travelling lho.. anda juga kan?. ya, sepertinya trevelling, piknik atau liburan saat ini sudah menjadi lifestyle dan kebutuhan bagi banyak orang. bisa dilihat kan sekarang di berbagai media sosial orang-orang berlomba-lomba mengunggah foto liburan bersama teman atau keluarga di tempat liburan terbaru atau yang sedang tren. bahkan sampai ada jargon ” piknik ben ra panik” , atau kalau ada yang sedang galau biasanya dibilang ” pasti kurang piknik”.

Sebagian orang travelling merupakan kebutuhan rohani sebagai pelepas penat, dengan harapan pikiran lebih fresh setelah beberapa hari bekerja atau beraktifitas. tapi ada juga yang menjadikan travelling sebagai hobby bahkan bagian dari profesi. Kalau saya sendiri selain agar pikiran lebih fresh, travelling juga menjadi saat untuk menjelajah tempat – tempat baru sekaligus moment untuk mempererat hubungan dengan keluarga dan media belajar bersama anak-anak. Olah karena itulah semenjak memiliki anak, kemanapun saya pergi mengajak mereka.

Dulu jaman masih sekolah dan kuliah, saya senang sekali mengunjungi rumah teman, menginap dan ke tempat-tempat yang indah yang ada disekitar nya. Dahulu sih belum trend selfi di spot-spot yang instagrameble dan mengunggahnya di sosial media (sosmed) seperti sekarang yah, kan emang belum ada instagram hehehe.. paling foto-foto pake kamera dan disimpan dialbum foto sebagai kenang-kenangan.

Menjawab tantangan arisan blogger gandjel rel sesion 6 yang bertema “ Orang yang paling ingin saya ajak traveling” yang digagas oleh mbak winda dan septia, saya akan bercerita sedikit nih mengenai partner traveling saya.

partner traveling dari jaman kuliah

Kebetulan saat kuliah salah satu partner travelling terasyik dan seru adalah teman dekat yang sekarang menjadi suami saya. Sampai menikah dan sebelum memiliki anak, kita juga masih suka travelling. Apalagi suami sering kerja keluar kota, nah biasanya kerja sambil sekalian travelling. Tapi ketika hamil dan memiliki bayi, saya sudah tidak diijinkan ngikut suami kerja keluar kota. Dengan alasan kasihan karena masih kecil dan rempong bo.. Padahal sih sebenernya pengen ngikut.

Alhamdulillah, akhir-akhir ini setelah anak-anak sudah agak besar suami mengijinkan saya untuk pergi atau ikut ketika dia tugas keluar kota. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, saya biasanya mengajak mereka kemanapun saya pergi. Selain untuk menambah pengetahuan dan pengalaman, saya juga ingin memberikan mereka kenangan masa kecil yang indah dengan mengunjungi berbagai tempat yang membuat mereka bahagia.

di bonbin gembira loka

ketika travelling membawa anak-anak, saya dan suami lebih selektif disesuaikan dengan kesenangan dan keamanan mereka. Biasanya kita ke pantai, waterbom/ kolam renang, taman bermain, kebun binatang, bahkan musium. Jadi bisa travelling sambil belajar dari apa yang kita lihat di tempat yang kita kunjungi.

Biasanya anak-anak sangat antusias mulai dari ketika tau akan diajak pergi, packing – packing dan tidak rewel selama dalam perjalanan maupun di tempat yang dituju. Pokoknya mereka ini partner yang asyik lah buat diajak traveling, meskipun agak rempong. Itulah yang membuat saya ingin selalu mengajak mereka ketika traveling.

Nah, kalau anda kira-kira siapa yang ingin diajak traveling?

Semur Jengki, si kontraversi yang Banyak Manfaat

ultah Gandjelrel

ultah Gandjelrel

Kira-kira apa ya yang ada dibenak anda ketika mendengar kata “Jengkol”? mayoritas pasti akan menjawab atau berfikiran “Bau”. Ya memang jengkol identik dengan bau, baik bau khas dari hasil olahan jengkolnya maupun bau yang ditimbulkan setelah mengkonsumsinya. Jengkol yang punya nama beken jengki atau kancing lepis ini merupakan tumbuhan asli daerah tropis dikawasan asia tenggara dan sudah sejak lama menjadi makanan favorit masyarakat nusantara. Jengkol menjadi salah satu makanan favorit karena teksturnya yang empuk bila dimasak dengan benar dan rasanya yang sangat khas.
Lanjut Membaca

Mengapa Saya kembali menulis di blog?

img_20161028_0201211

Sebenarnya saya masih ragu menamakan diri sebagai seorang blogger, karena update tulisan pun masih angot-angotan alias belum bisa konsisten. Dengan alasan punya krucil, manajemen waktu yang kurang baik, hingga harus meluangkan waktu di tengah malam karena nunggu krucil tidur (kalo ga ikut ketiduran hihihi..) dan nebeng laptop suami meski sering buat lembur kerjaan juga. Dari semua alasan tersebut menurut saya alasan utamanya adalah belum serius ingin terjun sebagai blogger, karena ternyata banyak juga ibu-ibu kok yang punya krucil tapi sangat produktif dan aktif nulis di blog. Ah memang saya ini blogger angot-angotan…

Sebenernya saya sudah suka nulis sejak smp, meskipun baru sebatas nulis diary dan cerpen yang semua isinya curcolan masa remaja. Sampai akhirnya semasa SMA berhenti menulis karena trauma Diary saya dibajak dan dibaca oleh hampir semua penghuni pesantren tempat saya mondok saat itu. Peristiwa itu benar-benar menjadi trauma tersendiri buat saya untuk nulis diary ataupun cerpen, padahal buat saya menulis adalah salah satu cara mengurangi beban masalah ataupun sebagai terapi jiwa.
Lanjut Membaca

Tips kulit Cantik dan sehat luar dalam, dan personal branding di event Beauty Talk show with natur E

blogger gandjel rel

Setiap wanita pasti ingin sekali terlihat cantik dan berpenampilan menarik, bagaimana dengan anda?. Kalau saya sih iya, karna disamping menambah kepercayaan diri juga membahagiakan suami. Membuat suami bahagia itu ibadah lho.. ya minimal biar suami Pede kalo ngajak kita kondangan hihihi…

Belum lagi setiap hari kita dibombardir dengan iklan di televisi yang menawarkan berbagai produk kecantikan bagi wanita, Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Jadilah kita para wanita berlomba-lomba melakukan berbagai cara agar bisa tampil cantik, Termasuk saya.

Sebenernya apa sih indikator cantik itu? Kalau menurut pengamatan saya melihat dari banyaknya produk yang diiklankan di televisi. Wanita itu cantik identik dengan : kulit wajah putih, bebas jerawat, bebas kerutan, bebas flek hitam, kulit tubuh halus, rambut lurus hitam dan panjang, tubuh langsing.
Lanjut Membaca

Yang Baru dari Starbuck Cooffee Paragon Mall

img20160910083131

Siapa yang suka kopi? Saya rasa sebagian dari kita terutama laki-laki suka minum kopi. Eh engga Cuma laki-laki sih, banyak juga kok perempuan yang suka ngopi termasuk saya. Sebenarnya saya bukan pecinta kopi beneran, suka minum kopi baru semasa masih kuliah dulu. Itu juga karena terpaksa demi menghilangkan kantuk saat lembur buat tugas atau bikin skripsi. Kopinya juga kopi sachet yang biasa dijual diwarung-warung.

Lho kok terpaksa? Iya karena sebenarnya lambung saya kurang kuat menerima kopi. Kalau abis minum kopi perut jadi mules, mungkin ini karna memang saya punya maag. Bahkan kadang kopi ini saya jadikan obat pencahar, dijamin ga lama setelah minum kopi langsung deh pengen ke belakang hahaha… jadi kalau ga butuh dan harus minum kopi saya ga berani deh minum kopi.
Lanjut Membaca

Ngobrol Bareng Blogger Semarang tentang Food Enthusiast dan Sakuku BCA

doc. pribadi

doc. pribadi

Tanggal 31 Agustus 2016 kemarin member Blogger Perempuan dan blogger semarang lainnya mendapat undangan dari BCA (Bank Central Asia) untuk menghadiri acara ngobrol bareng blogger semarang di Nestcology.

Pembicara pertama yaitu Nuno Orange, seorang penyiar, music director dan juga food blogger. Dia juga seorang food enthusiast, merupakan sebuah hobi yang dibayar. Yaitu orang yang suka makan, mencoba makanan di tempat baru, kemudian mengunggah testimoninya di media sosial. Food enthusiast ini sekarang jadi profesi yang sedang naik daun lho, sudah banyak resto yang memanfaatkan mereka sebagai agen profesi mempromosikan makanan yang mereka sajikan. Caranya dengan mengundang mereka untuk mencoba menu-menu baru di resto tersebut, kemudian memberikan testimoni dan foto-fotonya dengan mengunggah di media sosial. Asyik yah, makan menu baru gratis, jadi terkenal dan bahkan di bayar.

doc. pribadi

doc. pribadi

Pantas saja nuno orange punya prinsip tersendiri “makan gendut, ga makan lemes” jadi biar gendut tetep wajib makan yah hehehe. Oya untuk jadi food enthusiast juga perlu keluar modal lho, meskipun ga harus makan di tempat mahal. Misalnya testimoni makanan di warung yang makanannya enak dan rame pengunjung, atau makan di resto bareng temen-temen dan memesan menu yang berbeda. Jadi sekali datang tapi kita bisa update beberapa makanan di sosmed, ngirit kan?.

Baca lebih lanjut