Mengapa Saya kembali menulis di blog?

img_20161028_0201211

Sebenarnya saya masih ragu menamakan diri sebagai seorang blogger, karena update tulisan pun masih angot-angotan alias belum bisa konsisten. Dengan alasan punya krucil, manajemen waktu yang kurang baik, hingga harus meluangkan waktu di tengah malam karena nunggu krucil tidur (kalo ga ikut ketiduran hihihi..) dan nebeng laptop suami meski sering buat lembur kerjaan juga. Dari semua alasan tersebut menurut saya alasan utamanya adalah belum serius ingin terjun sebagai blogger, karena ternyata banyak juga ibu-ibu kok yang punya krucil tapi sangat produktif dan aktif nulis di blog. Ah memang saya ini blogger angot-angotan…

Sebenernya saya sudah suka nulis sejak smp, meskipun baru sebatas nulis diary dan cerpen yang semua isinya curcolan masa remaja. Sampai akhirnya semasa SMA berhenti menulis karena trauma Diary saya dibajak dan dibaca oleh hampir semua penghuni pesantren tempat saya mondok saat itu. Peristiwa itu benar-benar menjadi trauma tersendiri buat saya untuk nulis diary ataupun cerpen, padahal buat saya menulis adalah salah satu cara mengurangi beban masalah ataupun sebagai terapi jiwa.

Pada tahun 2010 setelah menikah dan pindah ke Semarang dengan status baru sebagai IRT yang galau karena baru resign merasa ga ada kerjaan dan ga punya temen, akhirnya saya memutuskan untuk kembali menulis. Tahun 2011 awal membuat blog yang isinya curhatan alay ala emak-emak tapi sebagian besar hanya berakhir di draf saja karena belum PD mempublish dan mungkin masih ada sisa sisa trauma yang dulu. Baru tahun 2012 saya buat blog ini, yang alhamdulillah masih aktif meskipun belum konsisten dan sempet rehat beberapa tahun.

Lalu sebenarnya apasih alasan saya kembali menulis setelah beberapa tahun berhenti karena trauma masa SMA? Nah berikut alasan mengapa sayakembali menulis diblog:

1.Menulis itu terapi jiwa.
Buat saya ngeblog adalah salah satu cara mengurangi beban masalah yang sedang dialami, yaitu dengan curhat lewat tulisan. Simpel sih alesannya, ya dari pada curhat sama orang lain kadang bukan solusi yang didapat malah curcolan kita di ceritakan ke orang lain juga. Kalau curcol di blog itu kita bisa nulis sepuasnya tanpa ada khawatir bocor ke orang lain karena memang biasanya yang berisi curhatan itu saya simpen di draf. Bonusnya tulisan-tulisan itu bisa jadi catatan sejarah dalam hidup, dan bisa kita baca kapanpun kita mau.

2.Punya teman lewat komunitas.
Sebagai perantau yang tak punya sodara dan hanya ibu rumah tangga saja, saya merasa beruntung karena berkat bergabung di komunitas IIDN dan gandjelrel jadi punya teman yang sevisi. Jadi ga melulu gaulnya ma ibu-ibu komplek rumah, nanti bisa-bisa jadi biang gossip hehehe.. . Selain bisa menimba ilmu dengan sesama anggota, lewat komunitas ini juga bisa menghadiri beberapa event yang saya anggap sebagai me time rehat sejenak dari rutinitas kerjaan rumah dan ngurus krucil.

Karena memeng jadi ibu itu harus tetep waras, selain karena kerjaan rumah yang tak pernah ada habisnya. Belum lagi dua bocah yang selalu berebut perhatian si ibu, sampai-sampai ga sempet mikir manjain diri. Boro-boro mau ke salon atau sekedar luluran dirumah, mandi aja buru-buru sambil diiringi rengekan dan gedoran pintu si kecil. jadi me time dan hangout bareng teman itu penting banget buat IRT macam saya, meskipun hangoutnya tetep bawa duo krucil juga.

3.Blog sebagai dokumentasi.
Asyiknya menulis di blog itu salah satunya tulisan kita bisa sebagai dokumentasi pribadi, karena lewat tulisan kita itu bisa merunut perjalanan hidup. Saya suka baca-baca tulisan lama hanya untuk sekedar mengingat dan mengambil hikmah dari apa yang pernah dialami. Salah satu impian yang belum tercapai yaitu punya blog khusus yang berisi tentang perjalanan mendidik anak-anak, agar kelak ketika meraka besar bisa dibaca.

4.Media berbagi.
Manusia itu mahluk sosial, yang ingin berhubungan dan juga berbagi dengan banyak orang. Buat saya ngeblog juga salah satu sarana untuk berbagi, berbagi informasi dan pengetahuan dengan orang lain. Meskipun saat ini isi blog masih campur-campur dan jauh dari harapan, tapi salah satu impian saya adalah blog ini bisa bermanfaat untuk orang lain. Kenapa lewat blog? Karena blog itu bisa dibuka oleh siapapun dan kapanpun, bahkan ketika sang pemilik sudah tiada, isi blog masih bisa dinikmati orang lain.

Itulah 4 dari beberapa alasan saya ngeblog, meskipun belum jadi blogger sungguhan dan masih harus belajar banyak hal tentang dunia per blogging an. Tapi sungguh saya merasa sangat beruntung, dipertemukan dengan komunitas blogger gandjelrel yang secara tidak langsung menyemangati saya untuk menulis. Dengan membaca tulisan sesama blogger saya banyak belajar bagaimana tulisan yang enak dibaca, menarik dan menghasilkan.

Harapan saya semoga kedepannya bisa lebih konsisten lagi menulis, memperbaiki time manajemen agar bisa meluangkan waktu khusus untuk menulis, dan diberi rejeki punya laptop sendiri biar ga pinjem dan nunggu laptop suami nganggur.Aamiin….

Selamat Hari Blogger Nasional…

Semarang, 27 oktober 2016

4 thoughts on “Mengapa Saya kembali menulis di blog?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s