Yuk miliki kebiasaan baru

Ternyata kumpul bareng anak-anak muda bersemangat, ampuh membangkitkan kembali semangat gelora muda kita. Halah…. Tapi dari lubuk hati terkecil jadi merasa tua banget. Yups, itu yang saya rasakan waktu kopdar bareng Kominitas Sukses Mulia (KSM) Semarang Senin ( 13/05/2013) di Rumah makan Mbah Jingkrak Semarang.

berasa muda kembali kumpul bareng KSM

berasa muda kembali kumpul bareng KSM

Sebenernya saya datang berkat ajakan suami tanpa tau itu acara apa, karena dari pada sendirian di rumah, so ngikut aja dech. Ternyata ini adalah kopdar KSM kedua yang mendatangkan Motivator dari Semarang Bambang Nugroho yang menyampaikan tema “ membongkar Comfort Zone”.

Ternyata selama ini kita “diperbudak” oleh kebiasaan-kebiasaan kita sehari-hari tanpa disadari, apapun yang kita lakukan dengan enjoy itulah Comfort Zone. Comfort Zone dilindungi oleh system tubuh yang disebut dengan Homeostasis, yang siap memprotek apapun kebiasaan kita. Caranya melindungi dengan inner voice ataupun sensasi fisiologi yang datang secara otomatis.

Kabar baiknya Homeostasis bersifat sangat elastis, jadi bisa dirubah asalkan dengan kebiasaan baru yang dibentuk dan dilakukan secara konsisten selama minimal 21 hari. Jadi kalau kita ingin menjadi pribadi yang lebih baik dan masa depan yang lebih indah, maka mulailah dengan memaksakan diri memiliki kebiasaan-kebiasaan baru yang lebih baik pula.

Seseorang akan bisa melakukan sesuai karena biasa melakukannya, orang akan terbiasa melakukannya karena sebelumnya memaksakan diri melakukan pembiasaan. Kurang lebih itulah yang disampaikan oleh Bambang Nugroho dalam sesi sharingnya kali ini.

Setelah selesai, acara dilanjutkan dengan dinner bersama. Saya duduk bersama para peserta perempuan yang sebagian besar masih mahasiswi ( lha saya udah ibu-ibu…), Tapi hal itu ngga bikin saya minder kok.
Secara tidak sengaja kami terlibat dalam diskusi mengenai konsep ibu professional ( tetep promosi dimana-mana ), dan ternyata mereka tertarik. Menurut saya karena kodrat wanita nantinya akan menjadi seorang ibu, jadi saya coba memberi mereka pandangan mengenai bagaimana menjadi seorang ibu yang professional.

Semoga saja nantinya akan lebih banyak para remaja putri yang sadar pentingnya akan ilmu dan pengetahuan menjadi ibu. Karena menurut pengalaman saya hal itu tidak pernah diajarkan disekolah formal, jadi harus aktif mencari pengetahuan dari luar sekolah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s