Serunya traveling bersama anak-anak

berlibur ke owabong

siapa yang suka travelling ? saya termasuk orang yang suka travelling lho.. anda juga kan?. ya, sepertinya trevelling, piknik atau liburan saat ini sudah menjadi lifestyle dan kebutuhan bagi banyak orang. bisa dilihat kan sekarang di berbagai media sosial orang-orang berlomba-lomba mengunggah foto liburan bersama teman atau keluarga di tempat liburan terbaru atau yang sedang tren. bahkan sampai ada jargon ” piknik ben ra panik” , atau kalau ada yang sedang galau biasanya dibilang ” pasti kurang piknik”.

Sebagian orang travelling merupakan kebutuhan rohani sebagai pelepas penat, dengan harapan pikiran lebih fresh setelah beberapa hari bekerja atau beraktifitas. tapi ada juga yang menjadikan travelling sebagai hobby bahkan bagian dari profesi. Kalau saya sendiri selain agar pikiran lebih fresh, travelling juga menjadi saat untuk menjelajah tempat – tempat baru sekaligus moment untuk mempererat hubungan dengan keluarga dan media belajar bersama anak-anak. Olah karena itulah semenjak memiliki anak, kemanapun saya pergi mengajak mereka.

Dulu jaman masih sekolah dan kuliah, saya senang sekali mengunjungi rumah teman, menginap dan ke tempat-tempat yang indah yang ada disekitar nya. Dahulu sih belum trend selfi di spot-spot yang instagrameble dan mengunggahnya di sosial media (sosmed) seperti sekarang yah, kan emang belum ada instagram hehehe.. paling foto-foto pake kamera dan disimpan dialbum foto sebagai kenang-kenangan.

Menjawab tantangan arisan blogger gandjel rel sesion 6 yang bertema “ Orang yang paling ingin saya ajak traveling” yang digagas oleh mbak winda dan septia, saya akan bercerita sedikit nih mengenai partner traveling saya.

partner traveling dari jaman kuliah

Kebetulan saat kuliah salah satu partner travelling terasyik dan seru adalah teman dekat yang sekarang menjadi suami saya. Sampai menikah dan sebelum memiliki anak, kita juga masih suka travelling. Apalagi suami sering kerja keluar kota, nah biasanya kerja sambil sekalian travelling. Tapi ketika hamil dan memiliki bayi, saya sudah tidak diijinkan ngikut suami kerja keluar kota. Dengan alasan kasihan karena masih kecil dan rempong bo.. Padahal sih sebenernya pengen ngikut.

Alhamdulillah, akhir-akhir ini setelah anak-anak sudah agak besar suami mengijinkan saya untuk pergi atau ikut ketika dia tugas keluar kota. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, saya biasanya mengajak mereka kemanapun saya pergi. Selain untuk menambah pengetahuan dan pengalaman, saya juga ingin memberikan mereka kenangan masa kecil yang indah dengan mengunjungi berbagai tempat yang membuat mereka bahagia.

di bonbin gembira loka

ketika travelling membawa anak-anak, saya dan suami lebih selektif disesuaikan dengan kesenangan dan keamanan mereka. Biasanya kita ke pantai, waterbom/ kolam renang, taman bermain, kebun binatang, bahkan musium. Jadi bisa travelling sambil belajar dari apa yang kita lihat di tempat yang kita kunjungi.

Biasanya anak-anak sangat antusias mulai dari ketika tau akan diajak pergi, packing – packing dan tidak rewel selama dalam perjalanan maupun di tempat yang dituju. Pokoknya mereka ini partner yang asyik lah buat diajak traveling, meskipun agak rempong. Itulah yang membuat saya ingin selalu mengajak mereka ketika traveling.

Nah, kalau anda kira-kira siapa yang ingin diajak traveling?

Makanan favorit saat Ramadhan ala Busui

Assalamualaikum…

Alhamdulillah masih di beri kesempatan dan kesehatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan tahun ini. Ternyata ramadhan tahun ini masih sama dengan 4 tahun lalu, sama-sama sedang menyusui.

Bagi sebagian orang ada yang tetap menjalankan ibadah puasa meski menyusui, tapi ada sebagian lain yang mengambil keringanan untuk tidak berpuasa karena beberapa alasan. Buat saya semua tergantung dari keadaan si ibu dan baby nya, kalau memang lemes dan khawatir asupan ASI untuk si kecil tidak tercukupi ya tidak perlu memaksakan diri. Karena Agama pun memberikan keringanan khusus untuk ibu menyusui untuk tidak berpuasa. Tapi bagi yang merasa si ibu mampu menjalankan puasa dan yakin asupan ASI si kecil tercukupi, mungkin sebaiknya coba dulu untuk berpuasa.

Saya bersyukur karena diberi kekuatan dan kesehatan selama bulan ramadhan dan menjalankan puasa meski sedang hamil dan menyusui. Oleh karena itu, saya  berusaha agar tetap fit selama puasa dengan mengonsumsi makanan maupun suplemen tambahan.

Nah, semenjak menyusui anak pertama mau ga mau saya dituntut untuk banyak mengkonsumsi sayuran agar produksi ASI melimpah. Padahal awalnya ga begitu suka makan sayur, tapi demi anak alhamdulillah akhirnya lama-lama suka beneran.

mumpung bulan Ramadhan, saya mau berbagi sedikit menu makanan favorit saat Ramadhan ala busui :

1. Tumis pare udang

Tumis pare udang pedas adalah salah satu menu favorit saya saat bulan ramadhan. Selain karena praktis dalam memasaknya, pare juga bermanfaat untuk memperbanyak produksi ASI.

Meskipun banyak yang tidak suka karena rasanya yang cenderung pahit, tapi kalau kita bisa mengolahnya rasa pahit bisa berkurang dan berubah jadi sedep.

Terbukti kalau makan tumis pare udang pedas ini biasanya porsi makan saya bertambah lho. Karena rasa pedasnya membuat rasa pahit pare jadi tersamarkan, dan jika dimakan dengan nasi putih yang masih anget dijamin nambah deh. Pokoknya cucok lah buat busui yang butuh asupan makanan ekstra selama berpuasa.

2. Tumis kangkung seafood.

Makanan favorit saat Ramadhan ala busui yang ke dua adalah tumis kangkung seafood. Kangkung kaya akan zat besi, zat yang penting untuk kebutuhan tubuh kita. Meskipun ada mitos kalau makan kangkung bisa bikin ngantuk, tapi menurut saya kok ga juga yah? . kalaupun ada yang percaya dengan mitos tersebut, berarti makan kangkung di bulan ramadhan cocok dong, kan tidur saat berpuasa itu ibadah hehehe..

Saya suka menumis kangkung dicampur dengan seafood, diantaranya udang dan cumi-cumi. Saya memilih udang untuk penyedap alami, karena saya dan keluarga tidak menggunakan penyedap yang biasa dijual dipasaran. 

Selain itu, memasak jadi lebih praktis karena sekali masak dalam satu menu sudah ada sayur dan protein hewannya. Jadi tidak butuh waktu lama untuk memasak dan tentunya lebih irit kan? Maklum saya ini pengikut Mak Irit jadi itu salah satu pertimbangan dalam memasak. 

3. Pecel.

Masakan favorit saat Ramadhan ala busui yang ke tiga adalah pecel. Telah satu menu wajib selama berpuasa memang harus ada sayurannya, karena untuk menunjang produksi ASI.

Pecel ini salah satu makanan favorit karena praktis bikinnya dan enak. Bulan ramadhan kan penting banget lah masak makanan yang praktis tapi tetep sehat. Biar tenaganya ga habis buat masak aja kan?

Biasanya pecel yang saya buat terdiri dari rebusan : kangkung, bayam, tauge, kacang panjang dan sawi sendok. Pokoknya banyakin yang hijau-hijau dan untuk bumbu sih biasanya saya beli jadi tinggal diencerin aja pake air panas. 

4. Capcay

Makanan favorit saat bulan Ramadhan Ala busui yang ke empat adalah capcay. Ini juga favorit anak-anakku sih, makannya kalau masak ini ga pedes agar mereka bisa ikut makan.

Capcay terdiri dari beberapa sayuran jadi tentunya kaya akan kandungan vitamin nya. Cocok banget kan dikonsumsi busui saat Ramadhan? Sekali hap, langsung dapet banyak vitamin. 

Memang memasaknya cepet, tapi proses motong2 sayurnya yang agak lama karena beberapa macam. Alau saya menyiasatinya memotong-motong sayuran pagi hari lalu masukkan ke tempat kedap udara dan masukkan lemari es, jadi ketika masak tinggal sreng-sreng deh.

5. Sop ayam

sop ayam ini juga merupakan makanan favorit saat ramadhan ala busui. Selain praktis dan seger jika dimakan anget-anget, sop ayam ini juga favorit anak-anak.

Seneng sih masak makanan yang jadi favorit seluruh anggota keluarga, karena tidak perlu repot memasak beberapa jenis makanan. Apalagi bulan ramadhan, pengennya masak yang praktis-praktis aja sekalian ngirit tenaga.
Nah itu dia 5 makanan favorit saat Ramadhan untuk busui ala saya. Sebenernya sih ga cuma itu, karena saya tuh doyanan apalagi kalau sedang puasa hihihi.

Tapi memang 5 makanan tersebut yang sering saya masak ketika bulan Ramadhan. Karena praktis, sehat, enak dan ngirit juga tentunya.

Buat busui selama menjalankan ibadah puasa sebaiknya lebih banyak makan sayur, buah dan minum air putih. Karena agar tubuh tetap fit dan produksi ASI melimpah.

Semoga saja ibadah kita selama ramadhan ini lancar sampai lebaran nanti.

Selamat berpuasa..

Semur Jengki, si kontraversi yang Banyak Manfaat

ultah Gandjelrel

ultah Gandjelrel

Kira-kira apa ya yang ada dibenak anda ketika mendengar kata “Jengkol”? mayoritas pasti akan menjawab atau berfikiran “Bau”. Ya memang jengkol identik dengan bau, baik bau khas dari hasil olahan jengkolnya maupun bau yang ditimbulkan setelah mengkonsumsinya. Jengkol yang punya nama beken jengki atau kancing lepis ini merupakan tumbuhan asli daerah tropis dikawasan asia tenggara dan sudah sejak lama menjadi makanan favorit masyarakat nusantara. Jengkol menjadi salah satu makanan favorit karena teksturnya yang empuk bila dimasak dengan benar dan rasanya yang sangat khas.
Lanjut Membaca

Tips Melilih Clodi Murah Dan Berkualitas

Buat para ibu yang memiliki bayi atau batita, popok adalah salah satu kompnen yang penting. apalagi buat para ibu di jaman modern ini, yang sudah tidak mau lagi direpotkan dengan lelahnya mengganti popok setiap kali bayi mengompol. Seperti yang saya alami sejak masih mengadung anak pertama, sudah searching dan tanya teman-teman kira-kira popok apa yang harganya hemat tapi tetap berkualitas. Sampai akhirnya saya mengikuti saran seorang teman untuk membeli popok sekali pakai (pospak) merk X dengan harga sekitar 90rb dengan isi 30 biji yang katanya bahannya lembut dan aman untuk bayi baru lahir.

Tiba saatnya Amira anak pertama saya lahir, dan setelah berusia 40 hari langsung dipakaikan pospak tersebut. Tidak disangka setelah sekitar sebulan amira mengalami ruam popok, selakangan dan pantatnya merah-merah dan gatal-gatal sehingga membuatnya rewel. Padahal saya sudah mengganti pospak sehari 5-6 kali sehari untuk mengantisipasi terjadinya ruam popok. Akhirnya selama masa penyembuhan saya berhenti memakaikan pospak pada amira, sampai suatu hari ada seorang teman yang menyarankan untuk mengganti pospak dengan popok kain modern atau biasa disebut dengan clodi.
Lanjut Membaca

Bubur sumsum gurih dan lembut

image

Siang bolong pulang dari bermain bersama teman, amira merengek minta di buatkan bubur sumsum. Tumben banget? Padahal kemarin sepulang dari belanja di pasar saya belikan tapi ga dimakan, ga enak katanya. Takut capek-capek bikin tapi ga dimakan, maka tak rayu besok saja dibelikan di pasar lagi. Tapi ternyata amira keukeuh minta ibu yang buatin bubur nya, padahal jujur saya belum pernah bikin bubur sumsum sendiri.
Setelah dipikir ya sudahlah, itung-itung belajar siapa tau bisa jadi makanan selingan favorit.
Lanjut Membaca

Resep Bolu Nutrijel Coklat

image

Akhir-akhir ini di time line Facebook saya berseliweran berbagai resep kue yang kalo dilihat gambarnya sih enak dan pengen bikin juga di rumah. Tapi berhubung saya tidak memiliki alat tempur per baking an yang lengkap, maka saya pilih resep yang bahan dan alatnya terjangkau.
Ketika beberes dapur, ternyata nemu nutrijel coklat dan ingat beberapa waktu yang lalu pernah share (simpen) resep bolu nutrijel coklat di Time Line FB. Begitu baca resep dan cek stok bahan bahan di rumah ternyata semua ada, dan langsung eksekusi deh.
Berikut saya share resep nya :
Lanjut Membaca

Mengapa Saya kembali menulis di blog?

img_20161028_0201211

Sebenarnya saya masih ragu menamakan diri sebagai seorang blogger, karena update tulisan pun masih angot-angotan alias belum bisa konsisten. Dengan alasan punya krucil, manajemen waktu yang kurang baik, hingga harus meluangkan waktu di tengah malam karena nunggu krucil tidur (kalo ga ikut ketiduran hihihi..) dan nebeng laptop suami meski sering buat lembur kerjaan juga. Dari semua alasan tersebut menurut saya alasan utamanya adalah belum serius ingin terjun sebagai blogger, karena ternyata banyak juga ibu-ibu kok yang punya krucil tapi sangat produktif dan aktif nulis di blog. Ah memang saya ini blogger angot-angotan…

Sebenernya saya sudah suka nulis sejak smp, meskipun baru sebatas nulis diary dan cerpen yang semua isinya curcolan masa remaja. Sampai akhirnya semasa SMA berhenti menulis karena trauma Diary saya dibajak dan dibaca oleh hampir semua penghuni pesantren tempat saya mondok saat itu. Peristiwa itu benar-benar menjadi trauma tersendiri buat saya untuk nulis diary ataupun cerpen, padahal buat saya menulis adalah salah satu cara mengurangi beban masalah ataupun sebagai terapi jiwa.
Lanjut Membaca