PARIJOTO oh PARIJOTO…

 

Pada tanggal 10-11 November 2012 saya beserta suami mengadakan Rapat Kerja (Raker) keluarga sekaligus liburan di Gunung Muria Kudus. Ketika kami berziarah ke makam sunan muria disana dijual buah khas yang berbentuk seperti bunga berwarna Pink yang di sebut buah Parijoto. buah yang hanya tumbuh di lereng gunung muria tepatnya di Desa cendono kec. Dawe itu sangat diyakini warga setempat mempunyai khasiat yang luar biasa. Entah sejak kapan dan dari mana motos itu muncul,

Konon buah ini berkhasiat bagi ibu hamil agar kelak anak yang dilahirkan berparas cantik/tampan. Selain itu bagi pasangan yang belum memiliki keturunan, dan memakan buah tersebut maka akan segera dikaruniai keturunan karena dapat membantu menyuburkan kandungan.

Secara ilmiah buah parijoto mengandung beberapa unsur senyawa diantaranya kardenolin, seponin, flavonoid dan tannin. Flavonoid sendiri merupakan senyawa yang dapat mencegah timbulnya penyakit kanker. Selain itu parijoto juga bermanfaat untuk mengobati diare dan sariawan.

Ternyata Suami tertarik dan membelikan buah tersebut untuk saya. Berharap dengan memakan buah tersebut atas izin Allah kami juga segera dikaruniai momongan. Agak mahal memang, setelah tawar menawar maka dengan Rp. 10.000 dapat dua kuntum buah. Awalnya seneng, tapi begitu di coba rasanya asam dan agak sepet. Jadi engga pengen makan jadinya. Tapi berhubung ini adalah pemberian suami maka saya berjanji untuk memakannya. Kata si penjual, buah parijoto dapat dikonsumsi dengan cara dicampur dengan pecal atau rujak .

Sampainya dirumah buah tersebut langsung saya masukkan kedalam almari es. Lima hari kemudian, saya baru ingat buah nya belum dimakan dan segera saya ambil dari almari es. awalnya kepikiran dibuat rujak, tapi makan sendirian rasanya engga seru dan pasti rasa asam dan sepetnya masih terasa. Kemudian saya ingat di almari es ada buah alpokat, jadilah buah parijoto tersebut saya jus beserta alpokat.

Wah melihat tampilannya benar-benar menggugah selera, apalagi cuaca sedang panas. Tapi begitu dicoba, teryata tidak senikmat yang dibayangkan. Meskipun sudah dicampur dengan alpukat dan gula, tetapi rasa asam dan sepet dari buah parijoto ternyata tidak berkurang. Bismillah,, untuk menghargai pemberian suami dan sebagai ikhtiar untuk segera mendapatkan momongan maka sambil memencet hidung jus tersebut langsung saya minum.

Lega rasanya, bisa menghabiskan jus yang saya tidak doyan sama sekali, rasanya seperti selesai menunaikan tugas penting. Untuk selanjutnya tetap, berdoa , ikhtiar dan berharap tidak lama lagi allah pasti akan menghadirkan malaikat kecil dalam keluarga kami. Amin….

2 thoughts on “PARIJOTO oh PARIJOTO…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s